Sabtu, 12 Desember 2009

Penyesalan Tiada Akhir

Inilah cerita yang mengisahkan kehidupan para remaja sekarang, yang telah
terperosok jauh kedalam jurang kemaksiatan ,terlena dalam buaian
kesenangan hidup dunia, jauh dari nilai-nilai agama. Bagi mereka jika ada
sesuatu yang dirasa akan membuat mereka bahagia,mereka kan mau mati-
matian untuk mendapatkan sesuatu tesebut,.mereka tak pernah befikir bahwa
mereka akan di minta pertanggung jawaban terhadap segala yang telah mereka perbuat.
Pentas menggambarkan, tempat perjudian. Tampak sekelompok remaja sedang
tertawa-tawa, tak karuan.
Sang bandarpun kembali megocok kartunya,mereka mulai mempertaruh uang
Jajan yang Mereka punya, dan seterusnya, hanyut dalam pemainan. Mereka
Meneguk air di gelas, besuka ria, kemudian sempoyongan,bejalan untuk pulang.
Siska ;” bener,….. kata orang-orang kalau mabok itu, dunia terasa milik kita,…
he,.” Ucap siska dengan mata setengah terbuka,sempoyungan.
Osni : “ehh, loe tu salah, kalau mabok itu hidup .... hidup.. ehh, gue. mo bilang
apa tadi yae”
Haa??Huahaha haha. Mereka tertawa menahan perut.
Dini,; “tambahh, begok aja loe,.. gila,!” Kemudian meneguk botol di tangannya,.
Siska: “kita smua itu memang dah gila, begok dah semua…”
oSni: “iya, ye . he he”
siska; “gue balik lu,…. Ya guys,” ucapnya melambai2 tngan.
Osni dan dini,: “ati2 yae,.. he2”
Siska bjaln smpoyongn, kmudian menggedor-gedor pintu,………
Siska :”ibu,. buuuk… bukk, buuk” ucapnya teller di muka pintu.
Pintupun terbuka,…
Ika: “astaqfirullah al adzim.. siska, kamu mabuk nak,??” Ucap sang ibu,seraya
membantu anaknya berjalan.
Siska : bnyak Tanya lagi, buruan,..
Ika : “tak taukah kau, ini prbuatan dosa nak,?? Tak takutkah engkau dengan
adzab ALLah?”
Siska : cerewet banget sih lu, kalau ga’ ikhlas gak usah bantu. sana luu,.. gw bisa
jalan sndiri,.. ucapnya mendorong ibunya,.. kemudian menyandarkan diri ke sofa,..
Ibunyapun hanya bisa mengurut dada,..dan memutuskan kembali ke kamar
Taklama, siska merasakan dirinya mual,ia berusaha bangkit , bergegas ke luar, ia
pun muntah-muntah, dan merasakan tubuhnya mulai melemah,. Sekuat tenaga ia
berusaha kembali ke dalam rumah, berusaha menggapai gelas, di meja. tapi
sayang ia kehilangan keseimbangannya, jatuh, terhempas ke lantai, bersamaan
dengan lepasnya gelas ditangannya, pecah,.. yang telah menyentakkan ibunya,
yang kemudian bergegas menghampiri sang anak, hingga menyadari bahwa ia
telah kehilangan anaknya, untuk selama-lamanya.
***
Orang-orang pun mulai bedatangan, ibu siska hanya terdudu pilu melihat
kepergian anaknya yang dalam keadaan tak sadar. Perih rasanya bahwa ia akan
mendapatkan anaknya disiksa di akhiat kelak. Sementara itu, teman-temannya
telah Nampak sedu dedan, tak menyangka akan kepergian temannya,. Hingga
jenazahpun dikebumikan.
*** Pentas menggambakan suasana gelap alam kubur. Datanglah seluruh anggota tubuh , utk meminta pertanggung jawaban .
Laa ila ha illallah…
Laa ilaa ha illallah..
Laa ilaha haillah…
(bekeliling membuat lingkaran)
Tiba-tiba suasana telah kelam mencekam.. siska tersadar dari tidurnya
Ia mendengakan sesuatu yang berdengung di telinganya,…
‘kullu nafshinn zaa iqatul maut…
Kullu nafshn zaa iqatul mautt…
Kullu nafshin zaa iqatul mautt…
Suara itu begitu besar, menggelegar, rasa takut menghantuinya,. Ia menutup kuat
telinganya dari kata-kata yg terdengar tersebut, tenggelam dengan ketakutannya.
Hingga ia menyadari dirinya, telah di kelilingi mahluk yang sama sekali tidak ia
kenal, ia pun berusha menjauh, namun mahluk itu semakin dekat, berang
mendekatinya,..
Siska: “si…siapa kamu, ucapnya dalam ketakutan yang amat sangat,.”
Tubuh : aku adalah, tubuhmu yang tak pernah engkau bawa shalat, tubuh yang
selalu engkau pamerkan tanpa malu, tubuh yang mengundang orang untuk
bebuat maksiat,!!
Tpi, kemudian datang makhluk yang lain,..
Siska : ka.. kamu,!!
Mulut :“aku adalah mulutmu, mulut yang tak pernah engkau bawa bezikir, mulut
yang engkau gunakan untuk melukai hati ibumu, mulut yang menjadi sumber
fitnah, mulut yg engkau gunakan tuk meneguk minum2an haramm,.!!”
Kaki : dan aku adalah kakimu, yang tak penah kau injakkan ke rumah allah. Tapi
enkau bawa ketempat maksiat,.!!”
Wajah: aku adalah wajahmu yang enggan engkau hadapkan kepada allah, wajah
yang tak pernah engkau basahi dengan air wudhu,..
Siska : “aaaakhh… ampun. tolonggg…toloong…!!” Pekik siska, mnutup kedua
telinganya,.
Taklama Datanglah amal baik,.Siska pun tetatih-tatih minta tolong, mendekati amal baik,
Amal baik :” bagaimana aku kan menolongmu?! Aku tidak sanggup….engkau
jarang berbuat baik, engkau enggan memberikan pertolongan, orang tuamu
sering menangis karna ulah perbuatanmu. Aku tidak mampu menolongmu,… selamat tinggal,.. ratapilah dirimu.”
Demikianlah saudara-saudaraku, jangan engkau sia-siakan masa mudamu,
perbanyaklah beramal,bersegeralah minta ampun, dan bertobatlah,.. sebelum hari itu datang, kematian menjemputmu.



.


Free Blogspot Templates by Isnaini Dot Com and Bridal Dresses 2009.